Pengaruh TikTok terhadap Akhlak Siswa: Potret Penelitian di SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo
15 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 – Fenomena pesatnya perkembangan media sosial kembali menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. Salah satu platform yang kini paling digemari remaja, TikTok, ternyata tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku dan akhlak generasi muda. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brenabyan Lafaredo Rakharisto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian tersebut tertuang dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Sosial TikTok terhadap Akhlak Siswa kepada Orang Tua di SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo.”

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap perubahan perilaku remaja di era digital, khususnya terkait penggunaan media sosial yang semakin intensif. TikTok, sebagai salah satu platform paling populer, dinilai memiliki daya tarik tinggi karena kemudahan akses, konten yang beragam, serta fitur kreatif yang memungkinkan pengguna mengekspresikan diri. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: sejauh mana penggunaan TikTok memengaruhi akhlak siswa, terutama dalam hubungan mereka dengan orang tua.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan TikTok terhadap akhlak siswa kepada orang tua, serta bagaimana tingkat penggunaan aplikasi tersebut di kalangan siswa SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur kualitas akhlak siswa dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal sikap hormat, kepatuhan, dan interaksi dengan orang tua.

Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sebanyak 80 siswa dijadikan sampel dari total populasi 265 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dengan taraf signifikansi 5 persen. Metode ini dipilih untuk melihat hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan tingkat akhlak siswa secara objektif dan terukur.

Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup mencolok. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial TikTok terhadap akhlak siswa kepada orang tua. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 16,169 yang lebih besar dibandingkan Ftabel sebesar 3,96. Artinya, secara statistik, penggunaan TikTok memang memiliki hubungan nyata dengan perubahan akhlak siswa.

Yang lebih menarik, penelitian ini menemukan bahwa hubungan tersebut bersifat negatif. Dengan kata lain, semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok oleh siswa, maka cenderung semakin menurun kualitas akhlak mereka terhadap orang tua. Dampak ini terlihat dari berbagai perilaku, seperti berkurangnya kepatuhan, kurangnya perhatian terhadap perintah orang tua, hingga kecenderungan mengabaikan kewajiban di rumah.

Temuan ini sejalan dengan hasil observasi awal peneliti, di mana beberapa siswa mengaku menghabiskan waktu hingga lebih dari delapan jam sehari untuk mengakses TikTok. Meski mereka merasakan manfaat seperti meningkatnya kreativitas dalam membuat konten video, dampak negatif juga tidak bisa diabaikan. Beberapa siswa mengaku sering menunda pekerjaan rumah, mengabaikan tugas sekolah, bahkan menunda ibadah karena terlalu asyik menggunakan aplikasi tersebut.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa usia remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk media sosial. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat remaja mudah terpapar berbagai konten, baik positif maupun negatif. Tanpa pengawasan dan kontrol yang tepat, konten-konten negatif berpotensi ditiru dan memengaruhi pembentukan karakter serta akhlak mereka.

Meski demikian, peneliti tidak menutup mata terhadap sisi positif TikTok. Platform ini juga dapat menjadi sarana edukasi, ekspresi diri, dan pengembangan kreativitas jika digunakan secara bijak. Oleh karena itu, kunci utama bukan terletak pada larangan penggunaan, melainkan pada pengawasan, pembatasan, dan pendampingan, baik dari orang tua maupun pihak sekolah.

Secara keseluruhan, penelitian Brenabyan Lafaredo Rakharisto memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di era digital. TikTok bukan sekadar aplikasi hiburan, tetapi juga faktor yang dapat membentuk—atau bahkan merusak—akhlak generasi muda. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi penggunaan media sosial di kalangan remaja. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi seharusnya menjadi alat yang mendukung perkembangan karakter, bukan sebaliknya. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance