Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Siswa, Studi di SMP Muhammadiyah Pujotomo Magelang
20 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang, Juli–Di tengah arus globalisasi yang kian deras dan memicu pergeseran moral di kalangan pelajar, sebuah penelitian dari menyoroti pentingnya peran guru dalam membangun karakter siswa. Penelitian ini dilakukan oleh Sholachuddin Al-Afghany, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsinya yang mengangkat tema peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan sikap spiritual dan sosial siswa.

Penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya perilaku menyimpang di lingkungan sekolah, seperti ketidakjujuran saat ujian dan rendahnya kedisiplinan siswa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan sikap spiritual dan sosial belum berjalan optimal. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana peran guru PAI dalam membina dua aspek penting tersebut, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research), peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dan signifikan dalam membentuk sikap spiritual dan sosial siswa. Dalam aspek spiritual, guru aktif menanamkan kebiasaan religius seperti doa sebelum dan sesudah pembelajaran, pelaksanaan salat berjamaah, kegiatan infaq rutin setiap Jumat, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya. Praktik-praktik ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran beragama siswa secara bertahap.

Sementara itu, dalam pembinaan sikap sosial, guru PAI mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan kerja bakti, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membiasakan budaya 3S (senyum, sapa, salam). Selain itu, penerapan kantin kejujuran dan pemberian sanksi bagi siswa yang terlambat menjadi bagian dari strategi pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab.

Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan pembinaan tersebut didukung oleh sejumlah faktor, antara lain ketersediaan fasilitas sekolah seperti mushola yang memadai, penggunaan media pembelajaran modern, serta metode pengajaran yang aktif dan variatif. Namun, di sisi lain, terdapat pula hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan fasilitas tertentu, rendahnya minat belajar siswa, serta kurangnya kesadaran sebagian siswa untuk memperbaiki diri.

Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa peran guru PAI tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan teladan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Upaya yang konsisten dan terstruktur dari guru terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dengan temuan ini, penelitian tersebut menjadi pengingat penting bahwa pendidikan karakter, khususnya dalam aspek spiritual dan sosial, membutuhkan sinergi antara peran guru, lingkungan sekolah, dan kesadaran siswa itu sendiri. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance