Magelang, 2 September 2025 – Penelitian ini dilakukan oleh Rahma Wahyuningtyas, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang.
Tema Penelitian
Tema yang diangkat adalah pengaruh pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosi siswa SMP Negeri 7 Magelang. Peneliti ingin melihat bagaimana peran keluarga, khususnya gaya pengasuhan, berkontribusi pada perkembangan emosional anak.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk:
- Mengetahui jenis pola asuh orangtua yang dominan diterapkan pada siswa SMP Negeri 7 Magelang.
- Menganalisis sejauh mana pola asuh orangtua memengaruhi kecerdasan emosi siswa.
- Memberikan gambaran praktis bagi orangtua dan guru mengenai pentingnya pola asuh dalam membentuk kecerdasan emosi anak.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orangtua dengan kecerdasan emosi siswa. Dari analisis data, pola asuh demokratis memberikan pengaruh paling positif. Siswa yang dibesarkan dengan pola ini lebih mampu mengendalikan emosi, memiliki rasa empati, serta mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan sosialnya.
Sebaliknya, pola asuh otoriter berdampak negatif terhadap perkembangan emosi. Siswa cenderung kurang percaya diri, kaku dalam bersikap, dan sulit mengekspresikan perasaan. Sedangkan pola asuh permisif membuat anak cenderung kurang disiplin dan lemah dalam menghadapi aturan, sehingga kecerdasan emosinya tidak berkembang optimal.
Rahma menyimpulkan bahwa kecerdasan emosi siswa sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan orangtua di rumah. Penelitian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran orangtua sangat penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak, bukan hanya aspek intelektual tetapi juga emosional. (ed: Adella)
sumber: reposiotry UNIMMA

