Pola Asuh Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri
2 September 2025

adel

Magelang, 2 September 2025 – Penelitian ini dilakukan oleh Laili Wahyuningsih, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang.

Tema Penelitian
Tema yang diangkat adalah implementasi pola asuh dalam membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Tahfidz Al Barokah Kabupaten Magelang. Peneliti menekankan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga berfungsi membentuk karakter dan kepribadian santri agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tiga tujuan pokok:

  1. Mendeskripsikan bagaimana implementasi pola asuh di Pondok Pesantren Tahfidz Al Barokah.
  2. Mengidentifikasi faktor-faktor pendukung terbentuknya karakter santri.
  3. Menemukan faktor-faktor penghambat yang menjadi kendala dalam proses pembentukan karakter.

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Barokah berjalan melalui beberapa pendekatan. Pola keteladanan menjadi metode utama, di mana ustadz dan ustadzah memberikan contoh nyata dalam sikap, perilaku, dan kedisiplinan sehari-hari. Selain itu, pola asuh juga dilaksanakan melalui nasihat, pengawasan, perhatian, pembiasaan kegiatan harian, hingga pemberian ta’zir (hukuman) bila diperlukan.

Faktor pendukung keberhasilan pola asuh di pesantren ini antara lain tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, kinerja pengurus yang disiplin, serta proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademis tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral.

Namun, terdapat pula faktor penghambat, seperti lingkungan pondok yang masih terbuka sehingga memungkinkan santri terpengaruh budaya luar, sanksi yang kurang tegas sehingga beberapa pelanggaran terulang, perbedaan latar belakang dan sifat santri, serta minimnya dukungan orang tua terhadap aturan pondok.

Kesimpulan
Dari penelitian ini, Laili Wahyuningsih menyimpulkan bahwa implementasi pola asuh di Pondok Pesantren Tahfidz Al Barokah sudah berjalan baik, dengan keteladanan sebagai pilar utama. Meski begitu, keberhasilan pembentukan karakter santri memerlukan dukungan penuh dari semua pihak, baik pengasuh pesantren, lingkungan, maupun orang tua. Dengan perbaikan pada aspek pengawasan dan penegakan aturan, pesantren dapat semakin efektif melahirkan santri yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. (ed: Adella)

sumber: repository UNIMMAÂ