Magelang, Juni 2026 — Pergerakan harga saham perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar, tetapi juga sangat ditentukan oleh kinerja keuangan yang mampu dibaca investor sebagai sinyal terhadap prospek bisnis di masa depan. Temuan tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan Aristawati Laili Rafidah, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsinya yang berjudul Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, dan Struktur Modal terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019–2023).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap investasi di pasar modal dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah pertumbuhan jumlah investor dan semakin berkembangnya industri makanan serta minuman sebagai salah satu sektor penopang perekonomian nasional, muncul pertanyaan mengenai faktor-faktor internal perusahaan yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga saham.
Menurut Aristawati, perusahaan sektor makanan dan minuman dipilih karena merupakan salah satu industri yang relatif mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Produk yang dihasilkan menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehingga permintaannya cenderung stabil. Kondisi tersebut menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilihan favorit investor dalam menanamkan modalnya.
Melalui penelitian ini, penulis bertujuan menganalisis apakah profitabilitas, likuiditas, dan struktur modal benar-benar memengaruhi harga saham perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 hingga 2023. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Equity (ROE), likuiditas menggunakan Current Ratio (CR), sedangkan struktur modal dianalisis melalui Debt to Asset Ratio (DAR). Harga saham dalam penelitian ini direpresentasikan menggunakan indikator Price to Book Value (PBV).
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Dari populasi perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman, diperoleh 56 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian sehingga menghasilkan 280 data observasi selama lima tahun. Seluruh data berasal dari laporan keuangan perusahaan dan publikasi resmi Bursa Efek Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan laba, semakin besar pula kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan. Investor menilai perusahaan yang mampu mencetak keuntungan secara konsisten memiliki peluang pertumbuhan yang lebih baik sehingga permintaan terhadap saham meningkat dan berdampak pada kenaikan harga saham.
Selain profitabilitas, penelitian ini juga menemukan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap harga saham. Kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dinilai sebagai indikator kesehatan keuangan yang mampu memberikan rasa aman bagi investor. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang baik dipersepsikan memiliki risiko yang lebih rendah sehingga lebih menarik sebagai tujuan investasi.
Berbeda dengan dua variabel sebelumnya, struktur modal tidak terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komposisi pendanaan perusahaan melalui utang maupun modal sendiri belum menjadi pertimbangan utama investor ketika mengambil keputusan investasi pada sektor makanan dan minuman. Investor cenderung lebih memprioritaskan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan menjaga kondisi keuangan jangka pendek dibandingkan memperhatikan proporsi utang yang dimiliki perusahaan.
Temuan ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa informasi mengenai profitabilitas dan likuiditas merupakan sinyal yang lebih mudah diterjemahkan oleh pasar dibandingkan struktur modal. Kinerja operasional yang baik akan lebih cepat membangun optimisme investor dibandingkan perubahan komposisi pendanaan perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Aristawati merekomendasikan agar perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan laba, tetapi juga menjaga kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek secara optimal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan investor. Di sisi lain, investor juga disarankan memberikan perhatian lebih terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas ketika melakukan analisis fundamental sebelum membeli saham, karena kedua rasio tersebut terbukti memiliki hubungan positif terhadap peningkatan nilai perusahaan di pasar modal.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi dunia akademik maupun praktisi pasar modal. Bagi perusahaan, hasil penelitian dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyusun strategi keuangan yang mampu meningkatkan nilai perusahaan. Sementara bagi investor, temuan ini menjadi referensi tambahan dalam menentukan keputusan investasi, khususnya pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

