Redesain Aplikasi Pemantauan Ternak Ayam: Tawarkan Solusi Digital Ramah Peternak Lewat Eggy Fresh
17 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan digitalisasi sektor peternakan, Selma Teghar Laurizqi, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, menghadirkan gagasan segar melalui penelitian bertajuk “Redesain UI/UX Alternatif untuk Aplikasi Pemantauan Ternak Ayam Petelur Menggunakan Metodologi Design Thinking.” Penelitian ini tak sekadar menawarkan desain aplikasi, melainkan juga menjawab kebutuhan riil peternak ayam petelur yang selama ini masih bergelut dengan pencatatan manual, minim akses data, dan keterbatasan informasi lapangan.

Melalui karya ilmiahnya, Selma menyoroti satu persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian: peternak ayam petelur membutuhkan sistem digital yang sederhana, mudah dipahami, dan benar-benar sesuai dengan ritme kerja mereka di lapangan. Dari sinilah lahir konsep Eggy Fresh, sebuah rancangan aplikasi pemantauan ternak ayam petelur yang dikembangkan dengan fokus utama pada kenyamanan pengguna atau user experience (UX) serta kemudahan tampilan antarmuka atau user interface (UI).

Penelitian ini bertujuan merancang ulang antarmuka aplikasi pemantauan ternak agar lebih efektif, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan peternak ayam petelur. Selma menilai, banyak aplikasi pertanian dan peternakan gagal diadopsi secara luas bukan karena idenya buruk, melainkan karena tampilannya rumit dan tidak ramah pengguna. Karena itu, pendekatan Design Thinking dipilih sebagai metode utama agar proses perancangan benar-benar berangkat dari kebutuhan pengguna, bukan sekadar asumsi pengembang.

Metode Design Thinking yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi lima tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pada tahap awal, Selma melakukan observasi dan wawancara langsung dengan delapan peternak ayam petelur untuk memahami persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Dari proses ini ditemukan sejumlah kendala utama, mulai dari sulitnya mencatat hasil produksi telur secara teratur, keterbatasan akses informasi harga telur dan pakan, minimnya panduan kesehatan ayam, hingga belum adanya ruang komunikasi antarpeternak dalam satu platform digital.

Temuan lapangan itu kemudian diterjemahkan menjadi kebutuhan desain yang lebih membumi. Selma merancang aplikasi Eggy Fresh dengan sejumlah fitur utama yang dianggap paling relevan bagi peternak, di antaranya pencatatan produksi telur, vaksinasi ayam, pembaruan harga telur dan pakan, forum peternak, data bulanan produksi, panduan beternak ayam petelur, hingga pencatatan kesehatan ayam. Seluruh fitur dirancang dengan tampilan sederhana, dominasi warna kuning cerah yang konsisten, ikon yang mudah dikenali, serta navigasi yang dibuat sesingkat mungkin agar pengguna tidak kesulitan saat mengoperasikan aplikasi di tengah aktivitas kandang.

Bukan hanya soal estetika, Selma juga menaruh perhatian besar pada aspek keterbacaan dan kenyamanan visual. Ukuran teks diperbesar, jarak antar elemen diperlonggar, dan tombol aksi seperti “Simpan” maupun “Tambah” dibuat lebih menonjol. Langkah ini penting mengingat mayoritas pengguna berada pada rentang usia dewasa hingga lanjut, sehingga desain harus menyesuaikan kebiasaan visual mereka.

Setelah prototipe selesai dirancang, Selma menguji tingkat kegunaannya menggunakan metode System Usability Scale (SUS), yakni instrumen pengujian yang umum digunakan untuk menilai kenyamanan dan kemudahan penggunaan sebuah sistem. Hasilnya cukup menjanjikan. Dari delapan responden, aplikasi Eggy Fresh memperoleh skor rata-rata 79,6875. Angka ini menempatkan aplikasi pada kategori Good–Excellent dan acceptable, yang berarti desain aplikasi dinilai baik, mudah digunakan, dan dapat diterima oleh pengguna.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengguna yang diterapkan Selma berhasil menjawab kebutuhan peternak secara cukup akurat. Para responden menilai aplikasi ini memudahkan pencatatan, membantu akses informasi, dan memberi pengalaman penggunaan yang nyaman. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat beberapa masukan penting, seperti perlunya penambahan ikon bantu pada beberapa menu serta pengembangan fungsi interaktif yang lebih lengkap, termasuk integrasi dengan basis data agar seluruh fitur dapat digunakan secara optimal.

Selma menegaskan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap perancangan UI/UX dan belum sepenuhnya masuk ke pengembangan sistem fungsional. Namun justru di situlah nilai penting penelitian ini: membangun fondasi desain digital yang matang sebelum aplikasi dikembangkan lebih jauh. Dengan rancangan yang sudah teruji secara usability, Eggy Fresh dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi aplikasi pendamping peternak ayam petelur yang praktis, efisien, dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Lewat penelitian ini, Selma Teghar Laurizqi menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor peternakan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Kadang, perubahan justru berawal dari desain yang sederhana, mudah dipahami, dan benar-benar berpihak pada penggunanya. Di tangan Selma, inovasi digital peternakan hadir bukan sekadar modern, tetapi juga membumi.(ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance