Religiusitas Terbukti Tingkatkan Kinerja Guru, Studi di Magelang Ungkap Peran Penting Motivasi
22 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang,Juli–Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Muhammad Sokhibul Burhanudin dari Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Magelang mengungkap fakta menarik tentang dunia pendidikan, khususnya terkait kinerja guru. Dalam tesisnya yang berjudul “Pengaruh Religiusitas terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi pada SMA/SMK se-Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang”, Burhanudin menyoroti bagaimana nilai religiusitas berperan dalam membentuk performa tenaga pendidik.

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kualitas kinerja guru, yang selama ini menjadi pilar utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Fokus utama studi ini adalah mengukur tingkat religiusitas, motivasi kerja, serta kinerja guru, sekaligus menganalisis hubungan di antara ketiga variabel tersebut.

Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, penelitian ini melibatkan seluruh guru SMA dan SMK di Kecamatan Bandongan sebagai populasi, dengan sampel sebanyak 62 responden. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki tingkat religiusitas yang sangat baik, yakni mencapai 56 persen. Sementara itu, tingkat motivasi guru berada pada kategori baik sebesar 42 persen, dan kinerja guru tercatat sangat baik dengan persentase 48 persen.

Namun, temuan paling signifikan muncul dari analisis hubungan antarvariabel. Secara langsung, religiusitas hanya memberikan pengaruh kecil terhadap kinerja guru, dengan koefisien sebesar 0,065. Sebaliknya, ketika religiusitas dihubungkan dengan motivasi sebagai variabel perantara (intervening), pengaruhnya meningkat secara signifikan. Koefisien pengaruh tidak langsung tercatat sebesar 0,406—jauh lebih besar dibandingkan pengaruh langsungnya.

Temuan ini menegaskan bahwa motivasi menjadi kunci penting dalam menjembatani nilai religiusitas menuju peningkatan kinerja guru. Dengan kata lain, religiusitas tidak serta-merta meningkatkan performa kerja jika tidak diiringi dengan dorongan motivasi yang kuat.

Tujuan utama penelitian ini tidak hanya untuk mengukur kondisi religiusitas dan kinerja guru, tetapi juga untuk memberikan gambaran strategis bagi dunia pendidikan dalam merancang kebijakan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah, pengambil kebijakan, maupun institusi pendidikan dalam memperkuat aspek spiritual dan motivasional sebagai bagian dari pengembangan profesional guru.

Secara keseluruhan, studi ini memberikan pesan kuat bahwa pembangunan karakter religius guru perlu diiringi dengan strategi peningkatan motivasi kerja agar berdampak nyata pada kualitas pendidikan. Di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini, pendekatan yang menyentuh aspek spiritual dan psikologis ini dinilai menjadi solusi yang relevan dan berkelanjutan. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance