Riset Mahasiswa Magelang: Store Atmosphere dan Word of Mouth Jadi Penentu Keputusan Pembelian di Angkringan Loss Borobudur
25 August 2025

mimin

Magelang 25 Agustus 2025 – Persaingan usaha kecil menengah di kawasan wisata Borobudur kian ketat. Di antara deretan angkringan yang menawarkan menu sederhana dan harga ramah di kantong, ada Angkringan Loss, salah satu UMKM yang menjadi objek penelitian Fajar May Farahma, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang.

Dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Store Atmosphere, Word of Mouth, dan Experiential Marketing terhadap Keputusan Pembelian UMKM Angkringan Loss di Borobudur”, Fajar menyoroti bagaimana faktor suasana tempat, promosi mulut ke mulut, serta pengalaman pelanggan mampu memengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan membeli. Penelitian ini sekaligus menjadi refleksi penting bagi pelaku UMKM yang ingin bertahan dan unggul di tengah persaingan usaha kuliner.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya jumlah angkringan di sekitar Candi Borobudur, yang walaupun membuka peluang ekonomi, juga menimbulkan tantangan persaingan. Konsumen kini semakin selektif dalam menentukan pilihan, sehingga pengusaha perlu strategi khusus agar tetap diminati.

Fajar merumuskan tiga tujuan utama:

  1. Menguji pengaruh store atmosphere atau suasana tempat terhadap keputusan pembelian.

  2. Menguji pengaruh word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut terhadap keputusan pembelian.

  3. Menguji pengaruh experiential marketing atau pengalaman yang diciptakan penjual terhadap keputusan pembelian konsumen.

Metode Penelitian

Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap 90 responden yang pernah berkunjung dan membeli di Angkringan Loss minimal dua kali. Responden dipilih dengan kriteria usia minimal 15 tahun hingga dewasa, menggunakan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan software SPSS 25 untuk melihat hubungan antar variabel.

Hasil Penelitian

Hasil riset ini menunjukkan temuan menarik. Pertama, suasana tempat (store atmosphere) terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini berarti tata ruang, pencahayaan, kebersihan, hingga kenyamanan fisik angkringan berperan besar dalam menarik konsumen. Bagi pelanggan, makan bukan sekadar soal rasa, melainkan juga pengalaman ruang yang menyenangkan.

Kedua, word of mouth atau rekomendasi dari orang lain juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Konsumen lebih percaya pada cerita dan pengalaman orang terdekat dibandingkan iklan atau promosi formal. Efek domino dari kepuasan pelanggan yang diceritakan kembali menjadi kunci penting dalam mendatangkan konsumen baru.

Namun, hasil mengejutkan muncul pada variabel ketiga. Experiential marketing, yang dalam banyak penelitian biasanya berpengaruh, ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap keputusan pembelian di Angkringan Loss. Artinya, meski pengalaman berinteraksi dengan penjual, variasi layanan, atau kreativitas acara tertentu bisa menambah nilai, faktor ini tidak cukup kuat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

Kesimpulan dan Implikasi

Berdasarkan temuan ini, Fajar menyimpulkan bahwa bagi UMKM kuliner seperti angkringan, fokus utama dalam menarik konsumen terletak pada penciptaan suasana tempat yang nyaman dan membangun reputasi positif melalui word of mouth. Dua faktor ini terbukti mampu memengaruhi keputusan pembelian lebih daripada sekadar strategi pemasaran berbasis pengalaman.

Penelitian ini memberi pesan kuat bagi pelaku UMKM: perhatian pada detail lingkungan usaha, seperti kebersihan, pencahayaan, dan kenyamanan, harus menjadi prioritas. Selain itu, menjaga kualitas layanan dan produk agar konsumen rela merekomendasikan kepada orang lain adalah investasi yang tak ternilai.

Bagi dunia akademik, penelitian ini menambah khasanah pemahaman tentang perilaku konsumen di sektor UMKM, khususnya dalam konteks bisnis angkringan yang kental dengan budaya lokal. Sementara bagi praktisi, hasil riset ini bisa dijadikan pedoman dalam menyusun strategi pemasaran sederhana namun efektif.

Penutup

Dengan riset ini, Fajar May Farahma tidak hanya menyelesaikan syarat akademis untuk meraih gelar sarjana, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM di kawasan Borobudur. Ia menunjukkan bahwa strategi bisnis yang tepat tidak selalu harus rumit. Cukup dengan menghadirkan suasana tempat yang nyaman dan menjaga reputasi melalui kepuasan konsumen, sebuah angkringan dapat tetap bertahan, bahkan berkembang, di tengah derasnya persaingan usaha kuliner. (ed:noviyanti)

sumber : repository UNIMMA 

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance