Magelang,Juli–Upaya digitalisasi administrasi sekolah kembali mendapat sorotan. Muhammad Arfan Bakhtiar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, menghadirkan solusi berbasis metode User Centered Design (UCD) untuk mengatasi persoalan klasik pencatatan buku induk siswa di SMP Muhammadiyah Bandongan.
Dalam penelitiannya yang berjudul “Implementasi Metode User Centered Design pada Aplikasi Buku Induk (Studi Kasus: SMP Muhammadiyah Bandongan)”, Bakhtiar menyoroti problem utama pengelolaan data siswa yang selama ini masih dilakukan secara manual. Proses pencatatan yang memakan waktu serta rawan kesalahan menjadi tantangan serius, terutama ketika data harus disinkronkan dengan sistem nasional milik Kementerian Pendidikan.
Penelitian ini berangkat dari kondisi nyata di lapangan, di mana pada tahun ajaran 2023/2024 SMP Muhammadiyah Bandongan mengelola data 152 siswa. Dalam praktiknya, kesalahan penulisan pada buku induk tidak hanya berdampak pada administrasi internal, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data dengan sistem pendidikan nasional.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Bakhtiar mengusung pendekatan User Centered Design—sebuah metode yang menempatkan pengguna sebagai pusat dalam proses perancangan sistem. Fokus utama penelitian ini adalah merancang aplikasi buku induk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mudah digunakan oleh pihak sekolah seperti tata usaha, wali kelas, hingga kepala sekolah.
Tujuan penelitian ini jelas: meningkatkan efisiensi proses input data siswa, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta menghadirkan sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna. Dengan pendekatan UCD, setiap tahapan pengembangan—mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi—dilakukan berdasarkan pengalaman dan umpan balik pengguna.
Hasil penelitian menunjukkan capaian yang signifikan. Pengujian menggunakan metode System Usability Testing mencatat tingkat efektivitas sebesar 94,05 persen. Sementara itu, pengujian System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 78,1 dengan kategori grade B, yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna tergolong baik.
Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi yang dirancang tidak hanya mampu mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan akurasi data siswa. Dengan sistem yang lebih terstruktur dan ramah pengguna, potensi kesalahan input dapat ditekan secara signifikan.
Riset ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dengan pendekatan berbasis pengguna mampu menghadirkan solusi konkret di dunia pendidikan. Ke depan, model serupa berpotensi diterapkan di berbagai institusi pendidikan lainnya sebagai bagian dari transformasi digital administrasi sekolah di Indonesia. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

