Magelang, Juni 2026 — Persaingan brand fashion lokal di Indonesia semakin ketat seiring pesatnya pertumbuhan belanja online. Di tengah tren tersebut, brand fesyen lokal Erigo justru berhasil mencuri perhatian publik dan menempati posisi teratas sebagai merek lokal favorit konsumen pada 2025. Namun, di balik tingginya popularitas itu, muncul pertanyaan penting: apa sebenarnya yang mendorong konsumen akhirnya memutuskan membeli produk Erigo di platform Shopee?
Pertanyaan itu diteliti secara mendalam oleh Rafi Raihan Hanif, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Magelang melalui skripsinya berjudul “Pengaruh E-Service Quality, Online Customer Review, dan E-Trust terhadap Keputusan Pembelian dengan Minat Beli sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris pada Brand Erigo di Shopee)”. Penelitian tersebut dibimbing oleh Dr. Diesyana Ajeng Pramesti, SE., M.Sc.
Dalam risetnya, Rafi menyoroti perubahan perilaku konsumen di era digital yang kini semakin bergantung pada marketplace. Konsumen tidak lagi sekadar melihat produk menarik, tetapi juga mempertimbangkan kualitas layanan digital, ulasan pembeli lain, hingga tingkat kepercayaan terhadap penjual sebelum memutuskan bertransaksi.
Penelitian ini bertujuan menguji seberapa besar pengaruh tiga faktor utama, yakni e-service quality, online customer review, dan e-trust, terhadap keputusan pembelian produk Erigo di Shopee. Selain itu, penelitian ini juga mengukur peran minat beli sebagai variabel mediasi atau penghubung sebelum konsumen benar-benar melakukan transaksi.
Rafi menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melibatkan 240 responden yang pernah membeli produk Erigo di Shopee. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup menarik. Faktor online customer review terbukti memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Artinya, semakin banyak ulasan positif, testimoni jujur, dan pengalaman baik dari pembeli sebelumnya, maka semakin besar peluang calon konsumen memutuskan membeli produk Erigo.
Menurut penelitian tersebut, konsumen cenderung menjadikan kolom ulasan sebagai sumber referensi utama sebelum checkout. Review dianggap mampu memberikan gambaran nyata mengenai kualitas produk, ukuran, bahan, hingga pengalaman pengiriman.
Selain itu, faktor e-trust atau kepercayaan digital juga terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Konsumen merasa lebih yakin membeli produk Erigo ketika mereka percaya bahwa transaksi di Shopee aman, penjual jujur, serta produk yang diterima sesuai dengan deskripsi yang ditampilkan.
Temuan yang cukup mengejutkan justru datang dari variabel e-service quality. Secara langsung, kualitas layanan digital tercatat berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian. Meski demikian, ketika variabel tersebut melalui perantara minat beli, hasilnya justru berubah menjadi positif dan signifikan.
Artinya, layanan digital seperti kemudahan navigasi aplikasi, kecepatan transaksi, keamanan data, hingga respons layanan pelanggan memang belum cukup membuat konsumen langsung membeli. Namun layanan yang baik tetap mampu meningkatkan ketertarikan konsumen terlebih dahulu, yang kemudian berujung pada keputusan pembelian.
Penelitian ini juga menemukan bahwa minat beli menjadi faktor kunci yang menjembatani seluruh variabel terhadap keputusan akhir konsumen. Minat beli terbukti mampu memediasi pengaruh e-service quality, online customer review, dan e-trust terhadap keputusan pembelian.
Bagi pelaku bisnis fashion lokal, hasil riset ini menjadi pengingat bahwa memenangkan pasar digital bukan hanya soal produk bagus. Reputasi di kolom ulasan, membangun kepercayaan konsumen, dan pengalaman belanja yang nyaman menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan marketplace.
Di tengah agresivitas brand fashion lokal di platform digital, riset Rafi Raihan Hanif memperlihatkan satu fakta sederhana: di era belanja online, keputusan konsumen sering kali dimulai dari rasa percaya—dan diperkuat oleh suara pelanggan lain. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

