Satu dari Lima Pasien Klinik Umi Wijaya Terindikasi Gangguan Mental Emosional
27 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Kesadaran terhadap kesehatan mental di layanan kesehatan primer masih menjadi tantangan. Penelitian yang dilakukan Rizki Agustina Fauziah , mahasiswa Program Studi S1 ​​Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental juga ditemukan pada pasien yang datang berobat ke klinik umum.

Melalui penelitian berjudul “Gambaran Kondisi Mental Emosional Pasien di Klinik Umi Wijaya” , Rizki memaparkan kondisi mental emosional pasien dewasa hingga lansia yang berobat di Klinik Umi Wijaya, Kabupaten Magelang. Penelitian deskriptif kuantitatif tersebut menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mengidentifikasi adanya gangguan mental emosional pada pasien berusia 18–60 tahun.

Sebanyak 110 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan 22 pasien atau sekitar 20 persen teridentifikasi mengalami gangguan mental emosional, sedangkan 80 persen lainnya tidak menunjukkan indikasi gangguan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental masih banyak dijumpai pada pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar, meskipun keluhan utama mereka bukan gangguan kejiwaan.

Penelitian juga menemukan bahwa kelompok usia 51–60 tahun menjadi kelompok yang paling banyak mengalami gangguan mental emosional. Dari sisi jenis kelamin, perempuan mendominasi kasus yang teridentifikasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor usia dan jenis kelamin masih menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam upaya deteksi dini kesehatan mental di layanan kesehatan primer.

Lebih lanjut, penelitian mengungkap berbagai gejala yang paling sering dialami responden. Pada aspek depresi, keluhan yang paling banyak muncul adalah perasaan tidak bahagia . Sementara pada aspek kecemasan, sebagian besar responden mengaku mengalami gangguan tidur . Gejala fisik atau somatik didominasi oleh keluhan sakit kepala , sedangkan pada aspek kognitif responden banyak mengalami kesulitan berpikir jernih . Sedangkan pada aspek penurunan energi, keluhan yang paling sering dirasakan adalah mudah lelah . Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan mental emosional sering kali muncul melalui keluhan fisik maupun perubahan fungsi sehari-hari yang sering tidak disadari sebagai masalah kesehatan mental.

Menurut Rizki, hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan agar tidak hanya berfokus pada penyakit fisik, tetapi juga lebih peka terhadap kondisi psikologis pasien. Deteksi dini melalui skrining sederhana dinilai penting untuk mencegah gangguan mental emosional berkembang menjadi masalah kejiwaan yang lebih berat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penyakit kesehatan tingkat pertama.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance