Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Jagung Berbasis Certainty Factor, Bantu Petani Tingkatkan Akurasi Deteksi
20 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang, Juli–Dalam upaya menjawab tantangan produktivitas pertanian, khususnya pada komoditas jagung, seorang peneliti dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Surya Abdilah, menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui penelitian berjudul “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Tanaman Jagung dengan Metode Certainty Factor.”

Penelitian ini berangkat dari persoalan klasik di lapangan: keterbatasan pengetahuan petani dalam mengidentifikasi penyakit tanaman secara tepat. Akibatnya, penanganan yang dilakukan sering kali tidak sesuai, bahkan berpotensi merugikan hasil panen. Dalam konteks tersebut, Abdilah mengangkat tema pengembangan sistem pakar sebagai alat bantu diagnosis berbasis komputer yang meniru keahlian seorang pakar pertanian.

Tujuan utama penelitian ini adalah mengimplementasikan metode Certainty Factor (CF) ke dalam sistem pakar guna meningkatkan akurasi identifikasi penyakit tanaman jagung. Metode ini dipilih karena mampu mengakomodasi tingkat keyakinan pakar terhadap hubungan antara gejala dan penyakit, sekaligus menangani ketidakpastian dalam proses diagnosis. Dengan pendekatan ini, sistem tidak hanya memberikan hasil, tetapi juga tingkat kepercayaan terhadap diagnosis yang dihasilkan.

Dalam pengembangannya, sistem dirancang untuk menerima input berupa gejala yang diamati petani, kemudian memprosesnya menggunakan basis pengetahuan dan aturan yang telah ditentukan oleh pakar. Hasilnya berupa diagnosis penyakit beserta rekomendasi penanganan awal yang dapat dilakukan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi “asisten digital” bagi petani dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar yang dibangun mampu berjalan sesuai dengan fungsinya dalam mendiagnosis penyakit tanaman jagung berdasarkan gejala yang dimasukkan pengguna. Selain itu, pengujian sistem melalui metode User Acceptance Testing (UAT) mengindikasikan bahwa sistem dapat diterima dengan baik oleh pengguna, baik dari sisi kemudahan penggunaan maupun keakuratan informasi yang diberikan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan metode Certainty Factor dalam sistem pakar memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan ketepatan diagnosis penyakit tanaman. Dengan hadirnya sistem ini, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perkiraan atau saran yang belum tentu tepat, melainkan memiliki alat bantu berbasis teknologi yang lebih terukur dan sistematis.

Lebih jauh, inovasi ini membuka peluang pengembangan sistem serupa pada komoditas pertanian lainnya, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi digital di sektor agrikultur Indonesia. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance