STEAM Dinilai Efektif Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
27 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Pendekatan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan Afifah Zahra Arinda Ramadhanti , mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsinya yang mengkaji penerapan STEAM pada siswa kelas V MI Tarbiyatussibyan 1 Sidosari.

Penelitian ini berangkat dari kondisi pembelajaran IPA yang masih didominasi metode konvensional sehingga siswa cenderung pasif, kurang termotivasi, dan belum terbiasa menganalisis permasalahan secara kritis. Padahal, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Peneliti menilai pendekatan STEAM mampu menjadi alternatif pembelajaran karena mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam penyelesaian masalah nyata.

Melalui penelitian berdesain Pre-Experimental dengan model One Group Pretest-Posttest , Afifah melibatkan 20 siswa kelas V sebagai kelas eksperimen. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tes penjelasan pada materi zat tunggal dan zat campuran sebelum dan sesudah penerapan pendekatan STEAM. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test berbantuan IBM SPSS Statistics versi 26.0.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis STEAM. Analisis statistik menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 , lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan tersebut menegaskan bahwa pendekatan STEAM memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir peserta didik.

Menurut Afifah, pembelajaran STEAM mendorong siswa lebih aktif mengamati, berdiskusi, menganalisis, hingga mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep IPA secara lebih mendalam, tetapi juga melatih kreativitas, kolaborasi, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan berpikir kritis yang menjadi tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Temuan tersebut memperkuat pentingnya inovasi pembelajaran di tingkat dasar sekolah. Guru didorong untuk meninggalkan pola pembelajaran yang berpusat pada ceramah dan mulai menerapkan pendekatan yang memberi ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, berargumentasi, serta menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya terfokus pada penguasaan materi, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir yang lebih kritis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance