Magelang, Juli–Upaya memaksimalkan promosi wisata melalui media sosial kian menunjukkan hasil. Penelitian yang dilakukan oleh Uke Rully Damareta, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap bahwa pemanfaatan digital marketing melalui Instagram menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan minat kunjungan wisata ke Candi Borobudur.
Dalam skripsinya yang berjudul “Pemanfaatan Digital Marketing dalam Meningkatkan Minat Kunjungan Wisata Candi Borobudur pada Akun Instagram @Borobudurpark”, Uke menyoroti bagaimana peran media digital, khususnya Instagram, mampu menjadi sarana promosi efektif di era teknologi saat ini.
Penelitian ini mengangkat tema besar pemanfaatan digital marketing dalam sektor pariwisata, dengan tujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur melalui akun Instagram resmi mereka. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data secara sistematis agar mudah dipahami dan ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Candi Borobudur merupakan destinasi wisata kelas dunia dengan potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional, jumlah kunjungan wisatawan sempat mengalami fluktuasi. Kondisi ini mendorong pengelola untuk mengadopsi strategi pemasaran berbasis digital guna menjangkau audiens yang lebih luas dan adaptif terhadap perubahan perilaku wisatawan.
Melalui akun Instagram @borobudurpark, strategi digital marketing dijalankan secara terstruktur, meliputi pengemasan konten yang menarik, interaksi aktif dengan pengikut, kolaborasi dengan pihak lain seperti influencer, serta upaya menjaga hubungan berkelanjutan dengan audiens. Konten yang disajikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga interaktif dan persuasif, sehingga mampu meningkatkan engagement pengguna.
Selain itu, komunikasi dua arah yang dibangun melalui kolom komentar dan fitur interaktif lainnya dinilai efektif dalam menciptakan kedekatan antara pengelola dan calon wisatawan. Kolaborasi dengan influencer dan kampanye kreatif seperti giveaway juga terbukti memperluas jangkauan promosi.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan digital marketing melalui Instagram memiliki peran signifikan dalam meningkatkan minat kunjungan wisata. Strategi yang tepat dalam pengelolaan konten dan interaksi digital mampu memperkuat citra destinasi serta menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Candi Borobudur.
Dengan demikian, penelitian ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dalam sektor pariwisata bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap kompetitif di tengah perkembangan zaman. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

