Strategi Manajemen Kinerja Guru Tingkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Dasar Muhammadiyah
23 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 — Upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar tidak hanya bergantung pada kurikulum atau sarana belajar, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas kinerja guru. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Agus Sukron Muhfatikhin, mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Magelang.

Dalam tesisnya yang berjudul Implementasi Manajemen Kinerja Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran (Studi di SD Muhammadiyah Sukorejo dan SD Muhammadiyah 2 Sukorejo Tahun Pelajaran 2024/2025), Agus menyoroti bagaimana sekolah dasar swasta berbasis Muhammadiyah di Kabupaten Temanggung menerapkan sistem manajemen kinerja guru untuk mendukung kualitas pembelajaran di kelas.

Penelitian ini lahir dari kegelisahan terhadap tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Di tengah tuntutan peningkatan mutu sekolah, guru dipandang sebagai aktor utama yang secara langsung menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Menurut Agus, peningkatan mutu pendidikan seharusnya dimulai dari penguatan kinerja guru, sebab guru merupakan komponen paling menentukan dalam keberhasilan pendidikan di tingkat satuan sekolah.

Riset ini bertujuan untuk mengkaji tiga hal utama: bagaimana implementasi manajemen kinerja guru di sekolah, faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya, serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan pada dua sekolah, yakni SD Muhammadiyah Sukorejo dan SD Muhammadiyah 2 Sukorejo, yang menjadi objek studi selama tahun pelajaran 2024/2025.

Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilaksanakan selama Mei hingga Juli 2025. Agus melibatkan kepala sekolah, bagian personalia, tim kurikulum, bagian kesiswaan, serta para guru sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, sehingga hasil penelitian memberikan gambaran menyeluruh mengenai praktik manajemen sekolah.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kinerja guru di kedua sekolah tersebut telah berjalan efektif. Sistem yang diterapkan mencakup empat tahapan manajerial utama, yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru tidak hanya dituntut memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui program-program sekolah yang terstruktur.

Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah adanya program internal sekolah bernama Smart Bonja, yang digunakan sebagai instrumen pemantauan dan evaluasi kinerja guru. Program ini menjadi salah satu indikator dalam melihat dampak langsung manajemen kinerja terhadap mutu pembelajaran. Dari hasil pengamatan, penerapan program tersebut berkontribusi pada peningkatan prestasi siswa serta menunjukkan perbaikan dalam capaian rapor pendidikan sekolah.

Agus juga menemukan bahwa keberhasilan implementasi manajemen kinerja guru tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung. Dukungan kepala sekolah, keterlibatan orang tua siswa, serta lingkungan belajar yang kondusif menjadi elemen penting yang memperkuat keberhasilan program. Sinergi antara sekolah dan wali murid dinilai mampu menciptakan budaya belajar yang lebih positif.

Di sisi lain, penelitian ini mencatat adanya hambatan yang masih dihadapi. Faktor kedisiplinan sebagian tenaga pendidik dan keterbatasan media pembelajaran atau alat peraga menjadi tantangan utama. Kendala tersebut, menurut Agus, berpotensi menghambat efektivitas proses belajar jika tidak diatasi melalui kebijakan sekolah yang lebih adaptif.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen kinerja guru bukan sekadar sistem penilaian administratif, melainkan strategi penting dalam mendorong mutu pendidikan. Ketika guru dikelola secara profesional melalui pembinaan berkelanjutan, evaluasi rutin, dan dukungan kelembagaan yang kuat, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh siswa melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi akademik.

Hasil penelitian Agus Sukron Muhfatikhin menjadi pengingat bahwa reformasi pendidikan di tingkat dasar perlu dimulai dari penguatan sumber daya manusia di sekolah. Di tengah persaingan mutu pendidikan saat ini, investasi pada kinerja guru terbukti menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi yang unggul dan berdaya saing. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance