Magelang,25 Agustus 2025 – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Erlangga Adhi Hananto, mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang, menghadirkan temuan menarik terkait strategi pemasaran dan perilaku konsumen. Dalam skripsinya berjudul “Pengaruh Marketing Mix (7P) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Toko Murni Muslimah Tajurhalang Bogor”, Erlangga menyoroti pentingnya penerapan bauran pemasaran dalam meningkatkan daya tarik produk fesyen muslimah di tengah persaingan usaha ritel yang semakin ketat.
Penelitian ini berangkat dari fenomena berkembangnya industri busana muslim di Indonesia. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap busana syar’i, toko-toko fesyen muslimah bermunculan, salah satunya Toko Murni Muslimah yang berlokasi di Tajurhalang, Bogor. Namun, persaingan yang makin sengit menuntut para pelaku usaha untuk mampu menerapkan strategi pemasaran yang tepat sasaran.
Erlangga menekankan bahwa tujuan penelitiannya adalah untuk menguji sejauh mana variabel Marketing Mix 7P – meliputi Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence – memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden, yaitu konsumen yang pernah berbelanja di Toko Murni Muslimah.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa secara simultan, ketujuh variabel dalam bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Menariknya, variabel Produk, Harga, Promosi, dan Bukti Fisik (Physical Evidence) menjadi faktor yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga harga yang kompetitif, strategi promosi yang efektif, serta suasana dan kenyamanan toko saat melakukan pembelian.
Lebih jauh, penelitian ini mengungkap bahwa faktor People (sumber daya manusia) dan Process meski berpengaruh, namun tidak sekuat variabel lainnya. Konsumen lebih sensitif terhadap aspek produk yang ditawarkan dan bagaimana nilai tersebut dikomunikasikan lewat promosi. Penemuan ini sejalan dengan tren perilaku konsumen modern yang mengutamakan pengalaman berbelanja praktis sekaligus menyenangkan.
Dalam diskusi hasil penelitian, Erlangga menyarankan agar pengelola Toko Murni Muslimah terus menjaga kualitas produk yang sesuai tren pasar, memperkuat strategi promosi digital agar menjangkau lebih banyak konsumen, serta meningkatkan atmosfer toko agar lebih nyaman. Selain itu, strategi penentuan harga yang kompetitif tetap perlu dipertahankan untuk menjaga loyalitas pelanggan.
Penelitian ini juga memberi implikasi praktis bagi para pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) di bidang fesyen muslimah. Dengan menerapkan bauran pemasaran yang komprehensif, usaha ritel dapat meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Bagi dunia akademik, penelitian Erlangga menegaskan kembali relevansi konsep Marketing Mix 7P yang selama ini menjadi salah satu fondasi teori pemasaran. Di tengah era digital dan persaingan bisnis yang semakin terbuka, model ini terbukti tetap aplikatif sebagai kerangka analisis perilaku konsumen.
“Bauran pemasaran bukan hanya sekadar teori, tetapi sebuah strategi nyata yang dapat menentukan arah keputusan pembelian konsumen,” tulis Erlangga dalam kesimpulan penelitiannya.
Dengan hasil penelitian ini, Toko Murni Muslimah diharapkan dapat terus berbenah menghadapi tantangan pasar, sementara pelaku usaha lain dapat mengambil inspirasi untuk mengoptimalkan strategi pemasaran mereka.
Penelitian ini menambah deretan kajian ilmiah yang memperlihatkan bahwa pemasaran berbasis konsumen masih menjadi kunci keberhasilan usaha ritel, khususnya di sektor fesyen muslimah yang terus berkembang pesat di Indonesia.(ed.fatikakh)
Sumber : repositori UNIMMA

