Magelang, Juli–Persaingan lembaga pendidikan di era globalisasi kian ketat. Di tengah kondisi itu, penelitian yang dilakukan Alfatchushodiqin menawarkan jawaban penting tentang bagaimana madrasah swasta mampu bertahan sekaligus menarik minat masyarakat. Melalui tesis berjudul “Manajemen Pemasaran Pendidikan dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Masuk Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Magelang”, peneliti menyoroti strategi konkret yang diterapkan dua lembaga pendidikan, yakni MA API Al Huda Mertoyudan dan MA Yajri Payaman.
Penelitian ini mengangkat tema besar manajemen pemasaran pendidikan, sebuah pendekatan yang menempatkan lembaga pendidikan layaknya penyedia jasa yang harus mampu memahami kebutuhan “konsumen”, dalam hal ini masyarakat dan calon peserta didik. Dalam latar belakangnya, Alfatchushodiqin menegaskan bahwa lembaga pendidikan tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas internal, tetapi juga harus aktif mempromosikan diri agar tetap diminati.
Tujuan penelitian ini dirancang secara sistematis, yakni untuk mengkaji tiga aspek utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pemasaran pendidikan di kedua madrasah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan kepala madrasah, wakil kurikulum, serta siswa sebagai sumber informasi utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan menarik minat masyarakat tidak terjadi secara kebetulan, melainkan melalui manajemen yang terstruktur. Pada tahap perencanaan, kedua madrasah melakukan rapat internal untuk merancang program pemasaran, menentukan target, serta menyusun strategi waktu dan lokasi promosi. Tahap ini menjadi fondasi penting dalam menentukan arah gerak pemasaran pendidikan.
Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, strategi yang digunakan relatif sederhana namun efektif. Madrasah aktif melakukan promosi melalui penyebaran brosur, sosialisasi ke sekolah-sekolah, serta membangun komunikasi langsung dengan calon peserta didik. Upaya ini menunjukkan bahwa pendekatan personal dan langsung masih menjadi strategi yang relevan di tengah perkembangan teknologi informasi.
Adapun pada tahap evaluasi, kedua lembaga menerapkan sistem pengawasan berkala, yakni setiap semester atau dua kali dalam setahun. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas program pemasaran sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk strategi berikutnya.
Secara keseluruhan, penelitian Alfatchushodiqin menegaskan bahwa manajemen pemasaran pendidikan yang baik—meliputi perencanaan matang, pelaksanaan terarah, dan evaluasi berkelanjutan—mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap madrasah swasta. Temuan ini menjadi penting, terutama bagi lembaga pendidikan yang ingin tetap kompetitif di tengah perubahan zaman.
Dengan pendekatan yang praktis dan berbasis lapangan, studi ini tidak hanya memberikan gambaran kondisi di Kabupaten Magelang, tetapi juga dapat menjadi referensi strategis bagi pengelola pendidikan di berbagai daerah dalam membangun citra dan daya tarik lembaga mereka. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

