Magelang, Juni 2026 — Perkembangan teknologi yang semakin pesat turut membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Di tengah tantangan rendahnya minat belajar siswa dan metode pembelajaran yang dinilai masih monoton, penggunaan teknologi mulai menjadi solusi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif.
Hal inilah yang diangkat oleh peneliti Reva Julia Kharirahmah dalam skripsinya berjudul “Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam Mengatasi Kesulitan Belajar PAI Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Mertoyudan”. Penelitian yang disusun di Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang tahun 2026 itu menyoroti bagaimana pemanfaatan teknologi mampu membantu siswa mengatasi berbagai hambatan belajar pada mata pelajaran PAI.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kesulitan belajar yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mertoyudan, khususnya dalam memahami materi Pendidikan Agama Islam. Tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan memahami materi abstrak, menghafal dalil, hingga menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, rendahnya motivasi belajar, metode pengajaran yang kurang variatif, serta minimnya dukungan lingkungan turut menjadi faktor penyebab munculnya persoalan tersebut.
Dalam penelitiannya, Reva Julia Kharirahmah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mertoyudan. Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya menggambarkan secara mendalam bagaimana strategi pembelajaran berbasis teknologi diterapkan di sekolah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis teknologi dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis teknologi dengan menerapkan model blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran tatap muka dan digital. Guru juga menyesuaikan media pembelajaran dengan kebutuhan siswa agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami.
Sementara dalam tahap pelaksanaan, guru memanfaatkan berbagai media digital seperti video pembelajaran, presentasi PowerPoint, platform e-learning, hingga aplikasi edukasi seperti Quizizz. Penggunaan media tersebut dipadukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta tugas berbasis proyek. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa selama proses belajar berlangsung.
Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan teknologi membuat pembelajaran PAI terasa lebih menarik dibanding metode konvensional. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, lebih mudah memahami materi, serta lebih antusias mengikuti pembelajaran. Kehadiran kuis digital dan video interaktif dinilai mampu mengurangi kejenuhan siswa saat belajar di kelas.
Pada tahap evaluasi, guru menggunakan survei dan aplikasi digital untuk memantau perkembangan hasil belajar siswa secara real time. Guru juga memberikan program remedial bagi siswa yang masih mengalami kesulitan memahami materi. Dengan cara ini, guru dapat lebih cepat mengetahui hambatan belajar yang dialami siswa dan menentukan solusi yang tepat.
Selain memaparkan strategi pembelajaran, penelitian ini turut mengungkap sejumlah faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi. Faktor pendukung antara lain adanya dukungan kepala sekolah, tersedianya fasilitas Wi-Fi, kompetensi guru yang terus berkembang melalui pelatihan rutin, serta kolaborasi guru PAI dengan guru IT dalam pengelolaan media pembelajaran digital.
Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang dihadapi sekolah, seperti keterbatasan kemampuan sebagian guru dalam mengoperasikan teknologi, infrastruktur digital yang belum merata, keterbatasan anggaran, hingga akses teknologi siswa yang berbeda-beda. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah menerapkan pembelajaran campuran, memanfaatkan laboratorium komputer secara berkala, serta memperkuat kerja sama antar guru lintas mata pelajaran.
Melalui penelitian ini, Reva Julia Kharirahmah menegaskan bahwa pembelajaran berbasis teknologi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan modern. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan karakter generasi digital saat ini.
Penelitian ini sekaligus menjadi gambaran bahwa transformasi digital dalam pendidikan, khususnya pada mata pelajaran PAI, mampu menjadi solusi nyata untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

