Magelang, Juni 2026 — Upaya menciptakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang efektif di sekolah dasar tidak hanya bergantung pada materi ajar, tetapi juga pada kemampuan guru dalam mengelola kelas. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Deira Zahra Humanika melalui skripsinya berjudul “Strategi Pengelolaan Kelas dalam Menciptakan Pembelajaran PAI yang Efektif di Kelas III SD Negeri 1 Mertoyudan”. Penelitian tersebut disusun sebagai tugas akhir Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang tahun 2026.
Penelitian ini lahir dari fenomena yang ditemukan peneliti saat melakukan observasi di kelas III SD Negeri 1 Mertoyudan. Dalam proses pembelajaran PAI, suasana kelas dinilai belum sepenuhnya kondusif. Masih terdapat siswa yang kurang fokus, mengobrol saat guru menjelaskan materi, hingga minimnya partisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat efektivitas pembelajaran, terutama pada mata pelajaran PAI yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Melalui pendekatan penelitian kualitatif, Deira Zahra Humanika berupaya menggali lebih dalam strategi yang digunakan guru PAI dalam mengelola kelas agar pembelajaran berjalan efektif dan menyenangkan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lingkungan sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di kelas III SD Negeri 1 Mertoyudan menerapkan berbagai strategi pengelolaan kelas secara fleksibel dan adaptif sesuai kondisi siswa. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah penataan tempat duduk yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Pengaturan posisi duduk dinilai mampu meningkatkan fokus siswa sekaligus mempermudah interaksi antara guru dan peserta didik.
Selain itu, guru juga memadukan beberapa metode pembelajaran seperti ceramah, diskusi kelompok, dan tanya jawab untuk menjaga keterlibatan siswa selama proses belajar berlangsung. Variasi metode tersebut membuat suasana kelas lebih hidup dan membantu siswa memahami materi PAI dengan lebih mudah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa pemberian reward dan punishment menjadi salah satu langkah yang cukup efektif dalam membangun kedisiplinan siswa. Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif dan tertib selama pembelajaran, sementara teguran diberikan kepada siswa yang mengganggu suasana kelas. Pendekatan tersebut dilakukan bukan untuk menghukum semata, melainkan sebagai bentuk pembinaan karakter.
Tidak hanya itu, guru PAI juga menerapkan sejumlah teknik pengelolaan kelas seperti mendekati siswa yang mulai kehilangan fokus, memberikan isyarat tertentu untuk mengingatkan siswa, membuka diskusi secara terbuka, memberikan penjelasan prosedur kegiatan, hingga melakukan perubahan aktivitas belajar ketika suasana kelas mulai tidak kondusif. Teknik-teknik tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas suasana belajar sehingga pembelajaran tetap berjalan efektif.
Dalam penelitian tersebut, Deira juga mengungkap adanya beberapa pendekatan pengelolaan kelas yang diterapkan guru, mulai dari pendekatan kekuasaan, ancaman, kebebasan, pengajaran, perubahan tingkah laku, sosio-emosional, kerja kelompok, hingga pendekatan elektis yang memadukan berbagai strategi sesuai situasi di kelas.
Adapun faktor pendukung keberhasilan pengelolaan kelas antara lain tersedianya media pembelajaran, kompetensi guru yang memadai, tata letak kelas yang baik, serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambat yang masih ditemukan meliputi kurangnya keterlibatan sebagian siswa, latar belakang keluarga peserta didik yang beragam, persiapan guru yang belum maksimal, serta keterbatasan media pembelajaran.
Melalui penelitian ini, Deira Zahra Humanika menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan materi. Kemampuan guru dalam menciptakan suasana kelas yang nyaman, aktif, dan kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama Islam di sekolah dasar.
Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para guru, khususnya guru PAI, dalam mengembangkan strategi pengelolaan kelas yang lebih efektif dan inovatif. Dengan pengelolaan kelas yang tepat, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih tertib, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat belajar dan karakter positif pada peserta didik sejak usia dini.

